Media Belajar Internet Gratis

Mari belajar mandiri dan Salurkan Hobimu melalui media internet

Home - Kesehatan - Cek Apakah Anda Perlu Melakukan Tes Spirometer ? Baca Selengkapnya di Sini

Cek Apakah Anda Perlu Melakukan Tes Spirometer ? Baca Selengkapnya di Sini

Posted on April 15, 2017 in Kesehatan

Spirometri secara harfiah memiliki pengertian : pengukuran napas seseorang. Tujuan dari tes spirometri adalah untuk mengukur fungsi organ paru-paru, yakni dalam hal volume serta aliran udara yang mampu dikeluarkan atau dihirup oleh seseorang. Data atau hasil pemeriksaan ini disebut dengan pneumotachographs, yang bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi beberapa penyakit paru-paru seperti fibrosis kistik, bronkitis, asma, emfisema, serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

jual spirometer murah

Langkah pemeriksaan atau test ini dilakukan dengan sebuah alat bernama spirometer, yang bisa untuk mengetahui berapa volume udara yang dikeluarkan dan dihirup oleh paru-paru dan juga bisa untuk mendeteksi peredaran udara di paru-paru. 2 jenis pola peredaran udara yang bisa dideteksi dengan spirometer adalah restriktif dan obstruktif, dimana nantinya dengan data yang didapatkan akan bisa diketahui ada tidaknya kelainan pada paru-paru.Saat ini terdapat berbagai macam jenis spirometer dengan berbagai metode yang digunakan untuk mengukur aliran dan volume udara, seperti meteran air, ultrasonic, dan tekanan transduser.

Bagi anda yang membutuhkan spirometer untuk keperluan rumah sakit atau praktek, bisa mendapatkannya di toko alat kesehatan terdekat di kota anda, untuk menghemat biaya anda bisa mencari toko yang jual spirometer murah, namun harus dicek dulu kalau barang tersebut bukan barang murahan.

Lalu siapa saja yang dianjurkan untuk menjalani tes spirometri ini? Mereka diantaranya adalah orang atau pasien yang:

  1. Mempunyai masalah pernapasan
  2. Di diagnosis atau menderita penyakit paru-paru seperti asma, bronkitis atau emfisema.
  3. Menderita sesak napas atau menghirup uap kimia di tempat kerja
  4. Akan melakukan operasi (guna memastikan bahwa fungsi paru-paru berjalan sehat dan normal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses operasi)
  5. Sedang berada di bawah pengaruh obat tertentu (dokter bisa melaksanakan tes spirometri untuk mendeteksi efek dari obat-obatan tersebut pada paru-paru pasien)
  6. Mempunyai gangguan paru-paru kronis

Anak-anak yang belum bisa memahami instruksi untuk tes ini tidaklah memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan spirometri. Biasanya tes ini dilakukan pada pasien yang memiliki usia minimal enam tahun atau lebih.

Spirometri umumnya akan memperoleh data FVC atau volume vital paksa yang memberikan informasi pada dokter ahli mengenai jumlah maksimal udara yang bisa dihembuskan oleh pasien setelah diberi perintah supaya menghirup udara sedalam mungkin. Bila FVC-nya menunjukan hasil dibawah batas normal, dokter bisa menyimpulkan bahwa pasien mempunyai masalah penyumbatan pernapasan.

Pembacaan spirometri yang lain adalah FEV-1 (volume penghembusan udara paksa), yang mengukur berapa jumlah udara yamg bisa pasien keluarkan secara paksa dari dalam paru-parunya dalam hitungan detik. Informasi ini membantu dokter ahli mendiagnosis seberapa parah masalah pernapasan pasien. Bila FEV-1-nya menampilkan hasil yang lebih rendah dari nilai normalnya, pasien bisa disimpulkan mempunyai masalah obstuksi parah pada saluran udaranya yang mengakibatkan tercegahnya pernapasan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *