Media Belajar Internet Gratis

Mari belajar mandiri dan Salurkan Hobimu melalui media internet

Home - Wanita - Keutamaan Ibadah Umroh dan Haji yang Disampaikan Rasulullah

Keutamaan Ibadah Umroh dan Haji yang Disampaikan Rasulullah

Posted on February 2, 2017 in Wanita

Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Ikutkanlah antara ibadah umroh dan haji karena keduanya dapat menghapuskan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana ubapan (alat peniup besi) membersihkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak. Tidak ada balasan bagi ibadah umroh dan haji mabrur kecuali surga”. (HR at-Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

            “Jihadnya orang tua, orang-orang yang lemah dan wanita adalah melaksanakan ibadah umroh dan haji dan umrah”. (HR an-Nisa’i)

Umroh Murah ke Baitullah

Umroh Murah ke Baitullah

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,

            “Orang yang berperan di jalan Allah, orang yang melaksanakan ibadah umroh dan haji, dan orang yang melaksanakan umrah adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka dan mereka menjawab panggilan itu; karena itu tatkala mereka meminta kepada-Nya maka Allah mengabulkannya”. (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Sabda Nabi saw,

            “Siapa yang hendak menunaikan ibadah ibadah umroh dan haji, hendaknya dilakukan dengan segera, karena mungkin saja kan sakit, hilang kendaraannya atau ada keperluan lain”. (HR Ahmad, Baihaqi, dan Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa mengerjakan ibadah umroh dan haji kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak melakukan kefasikan maka ia kembali (bersih) seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

            “Satu umrah sampai umrah berikutnya adalah merupakan kafarat (penghapus) atas dosa-dosa yang terjadi diantara kedua umrah tersebut. Dan ibadah umroh dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah, suatu hari ia bertanya, “Wahai Rasulullah, menurut kami jihad itu adalah amal perbuatan yang paling utama. Bolehkah kami terus menerus berjihad? “Kemudian beliau saw bersabda, “Tetapi jihad yang paling utama adalah ibadah umroh dan haji yang mabrur”. (HR Bukhari)

Dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda,

            “Tiada hari dimana Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka melebihi daripada dalam hari Arafah”. (HR Muslim)

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda,

            “Umrah pada bulan Ramadhan itu sebanding dengan ibadah umroh dan haji atau sebanding dengan ibadah umroh dan haji bersama aku”. (HR Bukhari dan Muslim)

            “Ibadah umroh dan haji yang mabrur tidak ada balasannya yang tepat kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Buraidah bahwa Rasulullah bersabda,

            “Balasan atas biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk jihad di jalan Allah yaitu dengan tujuh ratus kali lipat”. (HR Ahmad)

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah bersabda,

“Tidaklah orang yang beribadah umroh dan haji itu akan miskin”. (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar)

Dari Ibnu Abbas bahwa ada seseorang wanita bertanya,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-Nya untuk beribadah umroh dan haji. Tetapi kewajiban itu sampai pada ayah saya dalam usia yang sangat tua dimana ia tidak mampu lagi untuk bepergian. Maka apakah saya boleh mengibadah umroh dan hajikannya? “Rasulullah saw menjawab, “Boleh”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Laqith bin Amir bahwasanya ia datang ke hadapan Rasulullah saw dan berkata,

“Sesungguhnya ayah saya adalah seorang yang tua renta dan tidak mampu untuk melaksanakan ibadah ibadah umroh dan haji dan umrah bahkan tidak mampu bepergian sama sekali”. Rasulullah saw bersabda, “Beribadah umroh dan haji dan berumrahlah untuk ayahmu”. (HR Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Dari as-Saib bin Yazid berkata, “Saya pernah beribadah umroh dan haji bersama-sama dengan Rasulullah saw yaitu pada ibadah umroh dan haji wada’, waktu saya baru berumur tujuh tahun”. (HR Bukhari)

Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah saw bertemu dengan sesuatu rombongan di Raudhah, kemudian beliau bertanya, “Siapakah rombongan ini? “Mereka menjawab, “Orang-orang Islam”. Mereka ganti bertanya, “Siapakah engkau? “Beliau saw menjawab, “Utusan Allah”. Kemudian ada seorang perempuan mengangkat anaknya yang masih kecil seraya bertanya, “Apakah anak kecil ini termasuk beribadah umroh dan haji juga? “Beliau saw menjawab, “Ya. Dan pahalanya untuk kamu”. (HR Muslim)

“Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw beribadah umroh dan haji dengan kendaraan yang baik sedangkan kendaraan itu sambil membawa bekalnya”. (HR Bukhari)

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ukazh, Majinnah, dan Dzul Majaz adalah pasar-pasar sejak zaman jahiliah. Kemudian kaum muslimin khawatir berdosa bila berdagang pada musim ibadah umroh dan haji. Lantas turun ayat,’Laisa alaikum juhaahun antabtaghuu fadhlan mirrabbikum,tiada dosa bagimu untuk mancari karunia dari Tuhanmu ‘dalam musim ibadah umroh dan haji”. (HR Bukhari)

Demikianlah, Nabi saw memberikan rincian bagaimana ibadah haji dan umrah ini (dalam paket umrah murah 2017). kita sebagai umatnya wajib mencontoh beliau dalam melakukan ibadah ibadah umroh dan haji. Sebab, ibadah yang dilakukan tidak berdasarkan tuntunan Nabi saw ditolak. Ibadah tersebut termasuk mengada-ada atau membuat sesuatu yang baru. Didalam bahasa agama disebut dengan bid’ah. Oleh karena itu apabila tidak diperintahkan tidak usah dilakukan, sedang apabila diperintahkan maka harus dilakukan. Sebab prinsip ibadah ritual adalah haram kecuali yang diperintahkan. Jadi, semua dasar dari ibadah adalah Al-Qur’an dan sunnah. Tidak bisa seorang muslim “menciptakan” sendiri ibadah yang disukainya.

Demikian pula dengan ibadah umroh dan haji. Berbagai kaum muslimin dari seluruh dunia berkumpul maka akan terjadi berbagai macam pula cara ibadah. Seorang muslim tidak seharusnya beribadah dengan menggunakan matanya. Artinya ia melihat seseorang melakukan suatu ritual ibadah ia kemudian mencontohnya. Seorang muslim harus mempelajari dalil dan dasar dari ibadah tersebut agar tidak terkena taklid buta. Kita meniru sesorang tanpa tahu dalil yang dipakai orang tersebut. Kalau orang tersebut terjerumus ke jurang, niscaya kita pun akan ikut terjerumus.

Dengan adanya dasar ibadah ibadah umroh dan haji dari Nabi saw dan keterangan para sahabat yang mengikuti jalannya prosesi ibadah ibadah umroh dan haji Nabi, maka kita akan mudah mengikutinya. Yang penting kita dapat menemukan hal tersebut dilakukan oleh Rasulullah saw atau perbuatan sahabat yang dibenarkan oleh beliau (taqrir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *