Media Belajar Internet Gratis

Mari belajar mandiri dan Salurkan Hobimu melalui media internet

Home - Kesehatan - Pentingnya Imunisasi Bagi Anak-Anak Usia Dini

Pentingnya Imunisasi Bagi Anak-Anak Usia Dini

Posted on October 24, 2017 in Kesehatan

Imunisasi atau vaksinasi adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dari berbagai jenis penyakit yang mudah menyerang baik di usia muda maupun dewasa. Vaksinasi diberikan lewat beberapa cara, salah satunya adalah dengan penyuntikan vaksin ke dalam tubuh. Tujuan dari vaksinasi adalah untuk meningkatkan imunitas anak-anak. Bayi yang baru lahir, memiliki kekebalan tubuh yang masih rentan terserang penyakit menular seperti tetanus, pertusis, dipteri, cacar air, campak dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, vaksinasi sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi.

Imunisasi biasanya diberikan di posyandu atau bidan bayi. Bayi yang baru saja divaksinasi biasanya mengalami suatu reaksi pada tubunya seperti demam, pusing, nafsu makan hilang, mual, bercak merah disekitar bekas suntikan yang menyebabkan bayi akan rewel. Namun efek samping ini hanya akan menyerang beberapa saat saja terhitung 1-3 hari. Efek samping ini merupakan efek samping ringan dan umum terjadi. Adapun efek samping berat seperti alergi dan kejang-kejang. Namun, reaksi berat jarang sekali terjadi pasca vaksinasi.

Pentingnya Imunisasi Bagi Anak-Anak Usia Dini

Bayi berusia 0-5tahun wajib diberika vaksin. Namun tidak semua vaksin disuntikkan ke dalam tubuh bayi. Ada beberapa jenis imunisasi yang tidak wajib diberikan kepada balita Anda. jenis vaksinasi yang wajib diberikan menurut dokter Indonesia adalah vaksin hepatitis B, campak, BCG, polio dan DPT. Kelima jenis vaksinasi tersebut wajib diberikan sebelum balita berusia 5 tahun agar kekebalan tubuhnya lebih mudah untuk beradaptasi. Urutan pemberian vaksinasi yaitu:

  • Hepatitis B.

Vaksinasi ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada bayi sebelum berusia 1 bulan. Vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 4 kali sampai usia 6 bulan. Mengingat bahayanya penyakit hepatitis B ini membuat dokter mewajibkan bayi untuk divaksinasi hepatitis B.

  • Polio

Penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian ini sangat disarankan untuk melakukan pemberian vaksin polio. vaksinasi ini diberikan dengan menenggak beberapa tetes cairan vaksin yang diberikan kepada bayi berumur 0, 2, 4 dan 6 bulan.  Reaksi setelah penyuntikan vaksin ini biasanya berupa reaksi ringan seperti demam.

  • BCG

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit TBC pada anak. Diberikan hanya sekali sebelum anak berusia 6 bulan. Efek yang biasa terjadi yaitu munculnya benjolan di bekas suntikan.

  • DPT

Vaksin ini untuk mencegah 3 penyakit sekaligus yaitu dipteri, pertusis dan tetanus. Diberikan sebanyak 5 kali yaitu pada anak berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 1,5 tahun dan 5 tahun.

  • Campak

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus. Dampaknya yaitu demam, pilek, batuk, tenggorokan sakit, ruam dan daradang pada mata. Suntikan imun ini diberikan sebanyak 3 kali pada anak berusia 9 bulan, 2 tahun dan 6 tahun.

Demikian beberapa manfaat dan jenis-jenis imunisasi yang diberikan untuk anak Anda. menjadi orang tua yang paham akan kesehatan anak tentunya wajib dilakukan. Anda dapat belajar di situs Wyeth Parenting. Sebuah situs mengenai peran-peran serta hal apa saja yang perlu dilakukan oleh orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *