Sembelit, kenali penyebab dan cara pengobatannya

Banyak yang merasa malu ketika berbicara (mengaku) tentang sembelit mengingat percakapan berkenaan kotoran ini mungkin dianggap hal yang tak senonoh, busuk, dan menjijikkan. Tetapi dalam waktu yang sama, banyak di antara kita yang mengalami sembelit.

Bukankah ini sesuatu yang ironi? Hal yang sering kali terjadi dalam masyarakat kita, tetapi tidak ingin dibicarakan dengan alasan ‘SEGAN’!Oleh yang demikian, saya tergerak hati sedikit untuk menulis hal yang berkaitan tentang┬ásembelit ini sehingga ‘orang-orang yang segan’ ini tahu bahwa sembelit ini bukan lagi sesuatu yang ‘tabu’ untuk dibicarakan.

Setiap orang memiliki pola berak yang berbeda. Ada yang berak 2 kali sehari, ada yang berak lebih dari itu (diarrhea), ada yang berak sekali sehari (yang ni normal), ada juga yang berak 3 kali seminggu. Frekuensi seseorang berak memang berbeda, ini semua orang tahu.

Banyak orang yang meremehkan tentang sembelit ini, padahal sembelit yang dibiarkan terus menerus tanpa pengobatan bisa berdampak serius, dan mengakibatkan gangguan pencernaan yang sangat mengganggu kesehatan. Penyakit yang bisa muncul antara lain bisa memicu penyakit ambeien, kanker usus, radang pembuluh darah dan sebagainya.

Tapi bagaimana pula dengan situasi yang dikenal sebagai sembelit? Mungkin banyak yang percaya sembelit berarti kotoran itu tidak datang langsung ketika berak, namun kenyataannya dari aspek medis itu adalah situasi di mana seseorang pergi ke toilet dengan harga yang kurang dibandingkan biasa, atau kondisi dimana seseorang itu sulit untuk melepaskan kotoran (berak). Jika biasanya Anda berak 4 kali seminggu, namun tiba-tiba pada minggu ini Anda hanya berak 2-3 kali saja, Anda sebenarnya sudah mengalami sembelit!

Makanan yang kita makan, setelah melewati tahap pencernaan di perut, akan melalui pula jalur usus.Makanan-makanan ini sekali lagi akan melalui proses peristalsis, di mana otot usus akan berkontraksi (kembang kucup secara berritma) untuk menggerakkan makanan ini dari satu titik ke titik yang lain.

Sepanjang melalui usus, semua nutrisi yang terkandung dalam makanan ini akan diserap ke dalam darah, selanjutnya digunakan untuk metabolisme energi atau fungsi fisio tubuh yang lain, sebelum takdirnya yang terakhir yaitu keluar dari lubang punggung sebagai lawas. Kebiasaannya, lawas manusia akan terdiri (komposisi) dari air, sumber serat yang tak tercerna, lemak-lemak yang tak tercerna, dan jutaan bakteri terutama dari jenis E. coli (itu pasal kotoran berbau busuk, bakteri dan toksinnya itu berbau busuk). Bisa baca informasi berkenaan kotoran di sini .

Untuk melancarkan proses peristalsis ini, gerakan lawas perlulah cukup besar untuk membantu merangsang kontraksi usus, disamping lawas juga perlulah lembut sehingga mudah ‘bergerak’ di dalam usus.

Gejala-gejala umum sembelit meliputi (jika Anda memiliki salah satu dari gejala ini, maka memang sah Anda sudah mengalami sembelit):

  1. Frekuensi untuk berak menurun dibandingkan biasa
  2. Butuh teran sampai muka menjadi merah ketat ketika berak
  3. Terasa sakit ketika berak
  4. Tahi kelihatannya sangat kering dan keras, dah rupa macam kotoran kelinci atau kotoran kambing.
  5. Tidak merasa puas setelah berak – terasa macam ada lagi kotoran yang tak keluar.
  6. Teran punya teran, alih-alih seonggok tahi pun tak keluar. Keluar toilet dengan muka yang hampa.
  7. Kadang-kadang proses mengejan itu dapat mengakibatkan pendarahan pada dubur (lubang pantat)
  8. Selain itu, mereka yang mengalami sembelit akan cepat merasa kenyang ketika makan.

Penyebab umum sembelit meliputi:

  1. Kurang asupan air
  2. Kurang asupan serat
  3. Kurang aktif
  4. Stres
  5. Malas nak ke toilet
  6. Pandang remeh ketika terasa pola untuk berak itu semakin berkurang
  7. Penyebab lain termasuk konsumsi beberapa obat (seperti obat penghilang rasa sakit), beberapa kondisi medis dan perubahan lingkungan (pergi liburan).

Cara mudah untuk mengatasi sembelit:

  1. Lakukan latihan secara teratur. Disamping mengurangkasn stres, berolahraga juga mampu meningkatkan metabolisme. Ketika metabolisme meningkat, proses peristaltik juga menjadi semakin cepat (cepat berak).
  2. Minum air secukupnya – ramai merekomendasikan untuk minum setidaknya 8 gelas air sehari, tapi bagi aku, bab minum-minum air ni hanya perlu dengar pada tubuh Anda. Minum ketika mulai terasa haus, dan perhatikan warna air kencing. Jika mulai berwarna kuning pekat, perbanyakkan minum air.
  3. Makan lebih banyak serat, termasuk sereal, roti gandum penuh, nasi, dan setidaknya lima porsibuah dan sayuran sehari.
  4. Jangan malas untuk ke toilet!

Dapatkan saran medis yang selanjutnya jika sembelit Anda adalah pada tingkat yang lebih parah (sakit perut, muntah-muntah, dan lawas mengandung lendir / darah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *